Kebanyakan wanita yang melakukan aborsi tidak sadar bahwa aborsi dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Lebih dari 30 penelitian telah mengkonfirmasi adanya hubungan antara melakukan aborsi dengan berkembangnya sel-sel penyebab kanker payudara.
Sejak tahun 1960, terjadi lonjakan jumlah penderita kanker payudara di Amerika Serikat dan saat ini ada satu dari delapan wanita yang mengidap kanker payudara di negara tersebut. Dr Joel Brind, Profesor Biologi dan Endokrinologi di Unversitas Baruch Kota New York mengkonfirmasikan bahwa aborsi merupakan faktor utama penyebab kanker payudara.
Jika seorang wanita melakukan aborsi kapan saja dalam hidup mereka, maka potensi dia menderita kanker payudara naik menjadi minimal 50%. Sebuah klinik aborsi di Amerika Serikat yaitu Planned Parenthood, akan memberitahu risiko anda menderita kanker payudara akan meningkat 50% setelah melakukan aborsi.
Pada November 1994, Institut Kanker Nasional (NCI) melakukan penelitian di Hutchinson Cancer Center di Seattle, Washington dan mendapatkan adanya hubungan erat antara aborsi dan perkembangan kanker payudara. Penelitian NCI mengungkapkan jika aborsi dilakukan sebelum usia 18 tahun, risiko akan meningkat 150%. Jika dilakukan oleh wanita di atas 30 tahun dan memiliki riwayat keluarga menderita kanker payudara maka risiko meningkat menjadi 270%.
Temuan paling mengejutkan adalah jika aborsi dilakukan sebelum usia 18 tahun dan memiliki riwayat keluarga menderita kanker payudara maka kemungkinan wanita tersebut akan mengidap kanker payudara pada usia 45 tahun.
Penelitian terpisah di Universitas Howard tahun 1993 mengkonfirmasi temuan NCI tersebut dan melaporkan bahwa pada saat wanita pelaku aborsi tersebut telah mencapai usia 50 tahun, maka kemungkinan menderita kanker payudara meningkat sebesar 370%. Dan bagi wanita-wanita yang melakukan aborsi lebih dari satu kali dan juga memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara akan memiliki risiko 6 kali lipat lebih besar.
Tingginya kasus aborsi di sebuah negara berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah pasien penderita kanker payudara di negara tersebut. Contoh kasus ledakan kanker payudara terjadi di negara Lithuania. Di Lithuania umumnya wanita sudah melakukan aborsi sebanyak 5 kali sebelum mereka berusia 25 tahun.
Mengapa aborsi meningkatkan potensi terkena kanker payudara?
Dr Brind percaya bahwa aborsi meninggalkan sel-sel payudara dalam keadaan ditangguhkan secara permanen dimana kondisi sel-sel tersebut menjadi tidak sempurna dan sel-sel tersebut rentan mengalami perubahan akibat faktor-faktor pemicu lainnya..
Artikel Terkait Lainnya:
- Satu dari Delapan Wanita Mengidap Kanker Payudara
- 8 Penyebab Kanker Payudara
- 10 Tips Mencegah Kanker Payudara
- 10 Tips Menurunkan Risiko Terkena Kanker Payudara
- Ditemukan, 3 Gen Penyebab Kanker Payudara
- Obati Kanker Payudara Dengan Konsumsi Buah-Buahan
- 5 Jenis Makanan Penyebab Kanker Payudara
- Gejala Kanker Payudara
- Kanker Payudara Ancam Wanita Perokok
- Pil KB Dapat Melindungi Wanita Dari Kanker Ovarium Selama 20 Tahun





