Bejat! tak kuasa menahan nafsu melihat kemontokan tubuh sang anak yang mulai beranjak gadis, seorang Kakek tega memperkosa anak tirinya sendiri sampai hamil 5 bulan. Lamberi (60 tahun), warga Desa Sungai Bungur Pandulangan Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalsel, nyaris diamuk massa karena kelakuannya itu. Kini JB (15 tahun) yang masih duduk di bangku SLTP kelas 3 harus menanggung malu dengan perutnya yang semakin besar.

Demi Allah Aku Tidak Memperkosa

Atas tuduhan memperkosa tersebut, Lamberi menolak dengan tegas. Kakek renta ini mengatakan hubungannya dengan anak tirinya adalah atas dasar suka sama suka. Lamberi menolak tuduhan telah memperkosa gadis kecil itu.

“Demi Allah aku tidak bisa memaksa apalagi mengancam membunuh,” ujar Lamberi di hadapan petugas yang memeriksa. “Aku heran, aku kan mau bertanggung jawab kenapa sekarang sampai ke polisi,” ujar Lamberi galak.

Ketika petugas menanyakan mengapa dan sejak kapan dia mulai tertarik dengan anak tirinya itu, Lamberi tidak segera menjawab, dia hanya berkata akan mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan cara menikahi anak tirinya itu.

Dari informasi yang dihimpun, diketahui Lamberi tertarik melihat tubuh anak tirinya itu ketika istrinya yaitu Wahidah (48) berangkat ke desa tetangga cukup lama untuk mengambil upah memanen padi. Karena tinggal berdua saja dengan sang anak, si kakek jadi tergiur dan tidak bisa mengendalikan nafsu bejatnya.

Si Kakek akhirnya mengancam akan membunuh JB jika tidak dilayani. JB yang masih bau kencur tidak bisa melawan dan hanya mengikuti perintah bapak tirinya itu. Apalagi di rumahnya dia cuma berdua sehingga JB takut melaporkan perbuatan bapaknya ke orang lain.

Perbuatan pertama berhasil dilakukannya tanpa ada perlawanan yang berarti. Merasa JB tidak melaporkan perbuatannya membuat si kakek tambah nekat. Terhitung tiga tahun lamanya si Kakek menikmati tubuh anak tirinya itu tanpa diketahui orang. Menurut JB, Lamberi memperkosanya sebanyak 10 kali dan selalu dilakukan ketika Ibunya sedang pergi.

Siapa menanam benih dia pula yang menyemai, karena terlalu sering memperkosa anak tirinya, menyebabkan JB hamil. Orang yang pertama mencurigai hal tersebut adalah guru JB. Sang guru merasa curiga dengan ketidakhadiran JB selama dua bulan berturut-turut. Kalaupun dia ke sekolah, JB terlihat lemah dan tidak bergaul dengan teman-temannya. Sang guru berinisiatif memeriksa JB dan akhirnya ketahuan sisiwi tersebut hamil.

Awalnya JB tidak mau memberitahu siapa laki-laki yang telah memperkosanya, termasuk kepada Ibunya. Wahidah, Ibu JB bahkan sempat berkompromi dengan si kakek bejat dengan memindahkan JB ke Buntok, Kalimantan Tengah untuk dicarikan suami. Wahidah mengurus surat perwalian ke ayah kandung JB, M Sodikin (46). Tapi Sadikin menolak dan meminta istrinya membawa JB kembali ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Dalam proses itulah Lamberi akhirnya mengaku ke Sadikin bahwa ayah anak yang dikandung JB adalah dirinya. Lamberi mengatakan akan menceraikan Wahidah dan menikahi JB. Sadikin yang mendengar langsung hal tersebut sontak marah dan melaporkan Lamberi ke Polsek Padang Batung. Berdasarkan laporan itulah maka Polisi akhirnya menangkap Lamberi.

JB yang ditemui secara terpisah berharap agar bapak tirinya itu ditahan seumur hidup karena telah membuat dirinya menderita seumur hidup. Karena memperkosa anak tiri sampai hamil, si kakek ini akhirnya harus pasrah menerima hukumannya.