3 tips untuk mencegah terjadinya penularan HIV/AIDS

Mencegah penularan HIV/AIDS

HIV/AIDS adalah salah satu penyakit menular seksual yang paling ditakuti saat ini. HIV merupakan penyakit yang hingga kini dianggap pembunuh nomor satu dalam dunia kesehatan.

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus mampu bertahan hidup dalam tubuh di tahun-tahun awal tanpa menunjukkan gejala sama sekali sampai akhirnya tubuh penderita tiba-tiab saja menjadi sangat lemah dan akhirnya menderita AIDS.

Pada setiap tahunnya sebanyak 8 hingga 10 juta orang lebih telah terinfeksi secara positif HIV/AIDS dan 2 juta orang lebih ODHA meninggal per tahun. Jumlah ini bukan yang sebenarnya mengingat fenomena gunung es dimana jumlah penderita HIV yang sebenarnya jauh lebih besar dari yang tercatat.

Dengan angka yang sangat besar tersebut maka wajar saja jika HIV/AIDS dianggap sebagai momok yang paling ditakuti banyak orang mengingat hingga kini masih belum ditemukan obat yang dapat mengatasi dan mengobati HIV/AIDS secara signifikan. Yang dapat kita lakukan adalah melakukan usaha-usaha pencegahan penularan HIV.

HIV (Human Immunodeviciency Virus) adalah jenis virus yang melakukan penularan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), yaitu sebuah penyakit yang secara perlahan akan merusak kekebalan tubuh seseorang sehingga seseorang yang terjangkiti HIV akan mudah terinfeksi, dan sakit yang tak kunjung sembuh.

Untuk menghindari penularan HIV/ AIDS kita dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Menghindari kontak darah dengan penderita HIV

Penyebaran HIV/AIDS hanya bisa terjadi melalui pertukaran cairan tubuh dengan penderita misalnya melalui pertukaran darah lewat transfusi melalui tubuh yang terinfeksi HIV dengan tubuh yang sehat. Virus ini juga dapat ditularkan melalui luka pada penderita HIV/ AIDS kepada seseorang yang sehat. Oleh karena itu gunakanlah selalu pengaman seperti sarung karet jika Anda berurusan dengan penderita HIV untuk mencegah anda tertular virus HIV/AIDS.

Meskipun sistem yang digunakan oleh staf saat transfusi darah sudah sangat canggih ada beberapa kasus dimana penderita mendapatkan virus HIV setelah mengikuti program transfusi darah.

2. Bersikap waspada pada jarum suntik dan alat bedah

Jarum suntik, pisau cukup, obat infus, dapat menularkan virus HIV pada tubuh yang sehat. Sebaiknya Anda menghindari secara waspada penggunaan alat-alat ini pada tubuh Anda. Pastikan bahwa setiap jarum suntik yang masuk pada tubuh Anda adalah steril dan bersih.

Silet yang digunakan oleh tukang cukur kepada pelanggan juga ditengarai dapat menjadi media perpindahan virus jika pelanggan pertama yang memiliki virus dalam tubuhnya mendapat luka oleh silet tukang cukur dan menularkannya pada pelanggan kedua.

Lakukan kewaspadaan dengan beberapa langkah berikut ini.

  1. Gunakanlah jarum suntik sekali pakai
  2. Sterilkan segala peralatan bedah yang akan digunakan
  3. Hindarilah mengkonsumsi narkoba, karena penularan tertinggi adalah lewat jarum suntik yang digunakan dalam aktivitas narkoba
  4. Hindarilah mentato tubuh, apalagi mentato tubuh di sembarang tempat yang tidak bisa dijamin steril dan bersih.

3. Hindarilah Seks Bebas

Cara terbaik selanjutnya adalah berperilaku sehat dalam melakukan aktivitas seksual. Lakukanlah hanya dengan pasangan resmi Anda, jangan sekali-kali melakukannya dengan orang lain, walapun Anda beralasan telah menggunakan kondom.

Hingga kini kondom hanya terbukti dapat mencegah kehamilan dan tidak dapat menjaring virus HIV yang sangat kecil dan gesit saat melewati pori-pori kondom yang merenggang. Bersikaplah sehat, dan sayangi diri Anda dan keluarga.

Demikian beberapa tips cara mencegah penularan virus HIV/AIDS. Jalani hidup yang seimbang, tidak terjenak dalam pemakaian narkoba, dan setia kepada pasangan.

+++

Dapatkan ebook Kamasutra, GRATIS. Download Disini!