Ereksi penis di sebut normal jika mampu menjadi keras ketika menerima rangsangan, baik itu rangsangan fisik maupun rangsangan mental. Rangsangan fisik contohnya berciuman atau bersentuhan dengan lawan jenis yang menarik, sementara rangsangan mental adalah khayalan atau pikiran erotis yang membangkitkan gairah seksual. Kedua jenis rangsangan ini dalam situasi normal akan membuat penis ereksi dengan keras.

Ciri-ciri ereksi penis normal

Ciri-ciri ereksi penis yang normal. Foto: shutterstock.com

Jika setelah menerima rangsangan, penis tidak mengalami ereksi, maka berarti ada sesuatu yang salah sedang terjadi di dalam tubuh. Anda tidak perlu khawatir jika itu terjadi, sebab sesuatu yang salah itu umumnya bersifat sementara. Setelah penyebab penis loyo terselesaikan biasanya kekuatan ereksi penis akan kembali normal.

Anda baru boleh cemas jika kondisi tersebut terjadi terus menerus dan konsisten selama tiga bulan berturut-turut sebab kemungkinan besar anda sudah menderita disfungsi ereksi atau impotensi.

Bagaimana mengukur tingkat kekerasan ereksi? dan kapan ereksi penis bisa disebut tidak normal? Mengukur tingkat ereksi penis menjadi penting untuk mengetahui apakah penderita mengalami disfungsi ereksi atau tidak. Salah satu cara mengetahui gejala dari disfungsi ereksi adalah dengan mengukur tingkat ereksi penis.

Ereksi penis yang normal adalah keadaan di mana penis membesar lalu mengeras. Seberapa keras ereksi tersebut jarang diperhatikan. Tetapi jika ereksi terganggu atau terjadi disfungsi ereksi, maka ukuran ereksi menjadi sangat penting artinya.

Adapun tanda-tanda dari ereksi yang normal, penuh dan keras adalah sebagai berikut :

  1. Bila penis dipegang atau dipencet akan terasa keras,
  2. Penis tidak bisa ditekuk karena kaku sehingga sering disebut kayu,
  3. Bila digoyang, penis akan bergoyang dan bergetar lalu kembali pada posisi semula.

Keadaan tadi terjadi sejak seorang anak laki-laki lahir sampai usia lanjut. Pada waktu masa bayi dan anak, ereksi terjadi dengan sendirinya tanpa disengaja atau disadari oleh si anak sendiri. Sesudah melalui masa pubertas umumnya ereksi akan terjadi karena adanya rangsangan seksual dari dalam diri sendiri yang bersifat mental atau dari luar dirinya berupa sentuhan-sentuhan fisik dari lawan jenis.

Rangsangan dari dalam diri terjadi karena ada pikiran atau fantasi mengenai seks lalu penis menjadi ereksi. Rangsangan dari luar terjadi karena adanya stimulan seksual yang diminati yang diterima melalui panca indera dan dapat membangkitkan gairah seksual.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan penis menjadi ereksi. Secara normal penis akan membesar dan mengeras pada keadaan-keadaan tertentu seperti ereksi yang terjadi pada pagi hari, ereksi yang muncul karena adanya rangsangan yang bersifat stimulasi psikoseksual dan stimulasi fisik seperti saat melakukan onani atau masturbasi, ereksi saat kencan dengan pasangan atau saat terjadi aktifitas seksual, dan ereksi saat membaca atau menonton.

Berbagai keadaan di atas adalah keadaan ereksi normal mulai dari bayi sampai dewasa. Sesudah remaja sampai dewasa bahkan sampai tua ereksi penis menjadi sangat penting. Dengan ereksi yang keras, setiap pria menjadi yakin diri dan senang akan dirinya karena merasa fungsi seksnya normal. Bagi yang sudah menikah, dapat menikmati koitus dengan istri. Istri juga senang dan bangga akan suami. Jadilah suami dan istri yang bersemangat, senang dan bahagia. (NL Tobing)