Gagal Ereksi Karena Faktor Psikologis

shutterstock.com

Untuk mendapatkan ereksi yang keras, banyak faktor pendukung yang harus bekerja dengan baik, di antaranya faktor kesehatan fisik, faktor situasional dan faktor psikologis. Adanya gangguan pada salah satu dari ketiga faktor tersebut bisa menyebabkan penis gagal ereksi.

Stimulasi seksual berasal dari insting dan pikiran yakni keinginan melakukan aktivitas seksual yang timbul sendiri atau adanya fantasi dalam otak. Bisa juga terjadi melalui pancaindera yakni mata, hidung, telinga, kulit yang diteruskan ke otak.

Bila stimulasi seksual sesuai dengan keinginan otak dan perasaan, impuls diteruskan ke hipotalamus lalu mengirim impuls tersebut ke organ-organ seks melalui syaraf parasimpatis.

Di dalam otak perlu ada dukungan faktor psikologis. Dibutuhkan pikiran dan perasaan yang menginginkan stimulasi seks tersebut. Bila stimulasi seks tidak disukai atau dilarang oleh pikiran dan perasaan, maka otak tidak mengirim impuls ke hipotalamus dan seterusnya sehingga ereksi tidak terjadi.

Begitu juga bila ada gangguan fungsi dalam otak misalnya karena kecemasan, marah, kecewa dan terutama depresi, maka pengiriman impuls ke hipotalamus terganggu. Dalam keadaan depresi, transmisi dari impuls dalam seluruh rangkaian syaraf tidak terjadi sehingga penis tidak eeksi sama sekali.

Jadi, hanya bila stimulasi dibolehkan oleh otak dan susunan syaraf yang dilalui bekerja dengan normal, maka impuls untuk ereksi akan terkirim dengan cukup.

Kadang-kadang, faktor psikologis ini pun bisa bercampur-baur ataupun sering berlawanan. Misalnya seorang pria yang sangat menginginkan koitus dengan seorang wanita bukan istrinya. Jadi, secara umum keinginan koitusnya besar tetapi timbul perasaan berdosa atau takut penyakit yang terbentuk berupa kecemasan.

Walaupun keinginan kuat tetapi karena terhambat kecemasan dalam diri maka ereksi yang pada mulanya begitu kuat, secara tiba-tiba bisa langsung menurun dan ereksi tidak terjadi.

Bisa juga terjadi, misalnya seorang suami yang ingin atau sedang koitus dengan istri. Mereka telah memulainya dengan baik, ereksi cukup keras lalu melakukan penetrasi dan penis bisa terus ereksi dengan keras selama koitus.

Tiba-tiba ia teringat peristiwa istrinya pernah dicurigai melakukan hubungan gelap dengan pria lain maka secara otomatis impuls atau rangsangan akan berhenti dan ereksi akan akan berhenti juga. Demikian banyak faktor psikologis ini bercampur-baur di dalam susunan syaraf manusia sehingga perlu menelitinya secara luas dan tajam. (NL Tobing).

Artikel Terkait Lainnya:

  1. Cara Mengatasi Disfungsi Ereksi Akibat Faktor Psikologis
  2. Fisik Tidak Sehat Bisa Sebabkan Gagal Ereksi
  3. Jenis Disfungsi Ereksi : Berat
  4. Jenis Disfungsi Ereksi : Ringan
  5. Jenis Disfungsi Ereksi : Sedang
  6. Karena Onani, Penis Nyangkut di Bangku Taman
  7. Viagra, Obat Disfungsi Ereksi
  8. Alami Disfungsi Ereksi? Jangan Malu Bertemu Terapis Seksual
Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*