Gejala Pra Menstruasi Syndrome (PMS)

Pra Menstruasi Syndrome (PMS) atau sindrom pra haid adalah kumpulan gejala normal yang tidak menyenangkan yang terjadi dan terkait dengan siklus menstruasi wanita.  Sebagian besar wanita, sekitar 80%-95% mengalami Pra Menstruasi Syndrom. Sindrom PMS terjadi sebelum wanita mengalami menstruasi, diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum menstruasi.

Apa saja yang termasuk dalam gejala Pra Menstruasi Syndrome (PMS)? Mengapa PMS menyertai siklus menstruasi wanita? Berikut adalah jawabannya:

1. Perasaan wanita tentang tubuhnya yang bertambah gemuk.
Peningkatan kadar hormon estrogen menyebabkan retensi cairan di dalam tubuh yang melebihi nilai normal. Retensi cairan adalah akibat dari peningkatan kadar hormon estrogen yang menyebabkan tubuh mengurangi jumlah cairan yang dikeluarkannya sehingga jumlah total cairan di dalam tubuh bertambah dibandingkan normalnya.

Kadar hormon estrogen mencapai puncaknya sekitar 14 sampai dengan 16 hari sebelum menstruasi berikutnya. Dengan demikian, harap dimaklumi apabila seorang istri merasa kurang percaya diri karena merasa lebih gemuk di saat-saat tersebut.

2. Sikap mudah tersinggung dan mudah marah
Hal tersebut disebabkan hormon estrogen dan progesteron yang menurun dengan drastis sesaat sebelum terjadinya menstruasi. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, sistem reproduksi terkait erat dengan susunan saraf pusat, termasuk otak. Oleh karena itu, perubahan hormonal yang mengatur sistem reproduksi kemungkinan juga akan berpengaruh pada kerja otak yang mengatur emosi dan mood (perasaan).

3. Tanda-tanda lain yang termasuk dalam gejala PMS, bergantung pada variasi atau keunikan dari setiap wanita. Hingga saat ini, gejala-gejala PMS yang banyak dialami belum sepenuhnya mampu dijelaskan secara ilmiah. Gejala lainnya yang banyak terjadi antara lain: nafsu makan yang meningkat serta nyeri punggung ataupun nyeri seluruh tubuh.

Setelah membaca dan memahami pernyataan medis tersebut, Anda tentu akan memahami bahwa Pra Menstruasi Syndrome, PMS merupakan suatu gejala normal yang menyertai siklus reproduksi wanita.

This entry was posted in Kesehatan Wanita and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *