Menurut Mayoclinic, definisi infertilitas atau kemandulan adalah ketidakmampuan hamil meskipun pasangan yang bersangkutan aktif melakukan hubungan seks (bercinta) tanpa kondom selama satu tahun, atau selama enam bulan jika istri berusia di atas 35 tahun. Di Amerika Serikat terdapat 15% pasangan yang divonis mandul oleh dokter, dan diseluruh dunia terdapat 90 juta pasangan tidak subur menurut catatan Fertility Fact.

Fakta tentang kemandulan

Fakta tentang kemandulan

American Society for Reproductive Medicine (ASRM), WHO dan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) sepakat menyebut infertilitas (mandul) sebagai penyakit. Infertilitas adalah penyakit sistem reproduksi yang merusak kemampuan tubuh untuk melakukan fungsi dasar reproduksi.

Kemandulan dapat disebabkan oleh penyebab tunggal artinya salah satu dari suami atau istri mengalami kemandulan, atau bisa juga karena kombinasi dari keduanya sekaligus.

Banyak pasangan suami istri yang berasumsi bahwa setelah mereka menghentikan penggunaan kotrasepsi dan melakukan hubungan seks tanpa pengaman, maka kehamilan akan langsung terjadi. Faktanya adalah banyak hal yang mempengaruhi keberhasilan pembuahan, sehingga kegagalan bisa terjadi di beberapa kondisi.

Satu dari enam pasangan (17%) yang mencoba melakukan program kehamilan ternyata memiliki masalah kemandulan. Karena gangguan infertilitas dapat terjadi pada salah satu pasangan, maka baik pria atau wanita harus menjalani evaluasi medis yang lengkap dan pengujian yang ketat untuk menentukan penyebab infertilitas dan kemudian mengidentifikasi pilihan pengobatan yang paling tepat.

Berikut ini beberapa fakta penting mengenai kemandulan:

  1. Jika tidak ada masalah kesuburan, maka semua pasangan berusia antara 29-33 tahun memiliki potensi kehamilan sebanyak 20-25%.
  2. Infertilitas mempengaruhi pria dan wanita sama besarnya, 35% disebabkan oleh wanita, 35% disebabkan oleh pria, 20% karena kombinasi keduanya dan tidak dapat dijelaskan sebanyak 10%.
  3. Kelainan ovulasi pada wanita dan jumlah sperma yang sedikit adalah penyebab paling umum kemandulan.
  4. Sekitar 15 persen kasus kemandulan pada wanita disebabkan oleh penyakit tuba fallopi, sementara ovulasi yang tidak teratur menyumbang sekitar 25 persen.
  5. Seorang wanita berusia 29 tahun memiliki 20 persen kesempatan hamil setiap bulannya, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan wanita usia 39 tahun yang hanya 7 persen.
  6. Sebanyak 85 sampai 90 persen kasus kemandulan dapat ditangani menggunakan obat atau operasi. Hanya 5 sampai 10 persen pasangan yang mendapatkan anak melalui program bayi tabung atau pembuahan dengan teknologi canggih lainnya.
  7. Infertilitas tidak berhubungan dengan posisi seks saat berhubungan. Infertilitas adalah masalah medis, bukan masalah seksual.
  8. Dua puluh lima persen dari pasangan yang mandul memiliki lebih dari satu faktor yang berkontribusi terhadap infertilitas mereka.

Dalam pernikahan, ada hubungan yang erat antara seks, kesuburan dan kehamilan karena itu dokter atau terapis yang merawat perlu memeriksa dengan seksama riwayat kesehatan suami dan istri. Infertilitas atau kemandulan pada pria umumnya terjadi karena adanya masalah dengan sperma mereka. Seperti diketahui, kualitas spematozoa adalah penentu kesuburan pria dan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jumlah sperma yang mungkin rendah (viabilitas), bentuk sperma tidak normal (morfologi), atau gerakan sperma yang tidak lincah (motilitas).

Sementara pada wanita, penyebab kemandulan kemungkinan disebabkan oleh dua faktor yaitu tuba dan ovulasi, yang bisa sembuh oleh penggunaan obat-obatan dari dokter.

Referensi:

http://www.ivillage.com/infertility-fast-facts/4-a-108204