Disfungsi ereksi atau yang dulu disebut impotensi adalah salah satu jenis gangguan seksual dimana seorang pria tidak bisa mendapatkan ereksi yang keras untuk berhubungan seks sampai selesai. Penyebab disfungsi ereksi yang paling biasa terjadi adalah karena adanya penyakit dalam tubuh misalnya sedang flu atau dalam kasus yang sangat parah, menderita sakit jantung atau diabetes.

Cara mengatasi disfungsi ereksi karena faktor psikologis

Cara mengatasi disfungsi ereksi karena faktor psikologis

Tapi pada kenyataannya tidak semua kasus disfungsi ereksi yang terjadi disebabkan oleh masalah-masalah fisik seperti disebutkan di atas.

Kadang-kadang tubuh terasa fit dan tidak ada gangguan kesehatan yang terjadi, tetapi tetap saja mengalami gangguan ereksi saat berhubungan intim. Maka dalam situasi ini, penyebabnya bisa saja karena faktor psikis seperti amarah, cemas, stres, atau masalah yang bersifat psikologis lainnya.

Pada umumnya, penderita akan merasa aneh dengan kondisi penisnya yang sulit ereksi. Penderita mengetahui mengalami disfungsi ereksi tetapi tidak memahami kondisi yang menyebabkannya adalah karena sedang stres. Hal ini berakibat setiap dia akan berhubungan intim, timbul pikiran dan kekhawatiran akan gagal lagi. Ketakutan-ketakutan dan pikiran negatif seperti ini akan menyebabkan disfungsi ereksi yang diderita semakin berat.

Metode penyembuhan disfungsi ereksi karena penyebab fisik dan psikologis berbeda. Karena itu saat memeriksakan diri ke dokter, seorang pria dituntut berbicara jujur dan terbuka mengenai kondisi yang dialami. Setelah mendengar pemaparan penderita, dokter biasanya pertama-tama akan melakukan tes untuk mengetahui tingkat disfungsi ereksi yang diderita menggunakan Indeks IIEF. Sesi wawancara dengan istri penderita biasanya juga dibutuhkan untuk mendapat informasi yang lebih mendetail.

Setelah itu jika dianggap perlu dokter akan melakukan beberapa tes tambahan seperti tes darah dan tes urin untuk mendiagnosa disfungsi ereksi yang dialami. Tetapi jika dokter berkesimpulan bahwa penyebab disfungsi ereksi yang dialami adalah karena faktor psikis, maka biasanya penderita akan disarankan mengunjungi terapis seks atau psikiater untuk konsultasi lebih lanjut. Biasanya dokter akan meresepkan beberapa obat penenang untuk mengurangi gejala disfungsi ereksi penderita.

Berikut ini beberapa tips cara mengatasi gangguan disfungsi ereksi akibat faktor psikologis:

  1. Cermati hubungan di antara anda berdua. Kualitas hubungan seksual sering mencerminkan bagaimana kualitas hubungan di luar kamar tidur. Itulah sebabnya banyak yang mengatakan keharmonisan rumah tangga sangt tergantung dengan keharmonisan hubungan di atas ranjang. “Apabila hubungan anda dengan istri anda sedang tidak sehat, maka disfungsi ereksi mungkin adalah pertanda yang diberikan oleh tubuh anda untuk mengatakan bahwa di antara anda terdapat masalah, maka anda harus mencoba menafsirkan isyarat tubuh ini untuk memahami makna tanggapan tersebut,” kata Herb Goldberg, Ph.D., seorang psikolog klinis di Los Angeles dan pengarang The Inner Male.
  2. Tinggalkan amarah anda di luar pintu. Amarah dapat menghambat rangsangan seksual, kata Domeena Renshaw, M.D., direktur Sexual Dysfunction Clinic di Loyola University of Chicago Stritch School of Medicine di Maywood. Saat amarah menguasai pikiran, syaraf gagal mengirimkan stimulus yang ada ke hipotalamus, akibatnya ereksi sulit terjadi. Contoh klasik dalam hal ini adalah cerita seorang pria yang baru saja bertengkar hebat dengan istrinya seputar masalah keuangan. Perbantahan sengit itu terus terngiang-ngiang dalam kepalanya sampai malam tiba.

“Saya dan istri sudah menikah tiga tahun, istri saya cantik dan menggairahkan tetapi saya pernah menemukan dia kirim-kiriman sms dengan mantan pacarnya waktu kuliah dulu, saya tahu mereka pernah berpacaran sangat lama dan setiap memikirkan itu penis saya langsung drop alias lemas,” demikian ujar Tono, seorang karyawan Bank di Jakarta.

Jika anda ingin sembuh dari disfungsi ereksi, pertama-tama ceritakan amarah dan frustrasi anda kepada pasangan anda di luar kamar tidur. Menyimpannya di dalam kepala hanya akan menghambat aliran darah ke alat vital anda. Tidak ada gunanya mencoba bersaing dengan diri anda sendiri. Apalagi jika usia anda sudah kepala empat, wajar bila anda kehilangan sebagian spontanitas anda dalam kehidupan seks dibanding dahulu.

Saat masih muda, anda tidak memiliki tanggung jawab besar, pikiran anda santai dan energi anda sangat besar. Tapi itu dulu, sekarang anda memiliki pekerjaan dan jadwal yang lebih ketat, pikiran anda tidak lagi melulu mengenai seks, intinya sekarang anda memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibanding ketika muda dulu. Apa-apa yang sedang anda alami akan terlihat dari kualitas ereksi anda, sedang stres atau cemas tentu akan membuat penis anda sulit ereksi.

Cara mengatasi gangguan disfungsi ereksi akibat faktor psikologis adalah dengan tidak berdiam diri menunggu keajaiban gangguan ereksi anda hilang dengan sendirinya. Anda harus berusaha mencari pertolongan seorang terapis dan bicarakan masalah yang anda alami.

+++

Dapatkan ebook Kamasutra, GRATIS. Download disini!