Titik G-Spot wanita adalah salah satu misteri yang paling sering diperdebatkan sampai sekarang. G-Spot wanita atau yang biasa disebut The Grafenberg Spot adalah sebuah area kecil yag terletak sekitar 1-2 inchi di dalam vagina dibalik tulang pubis (kemaluan). Titik G-Spot wanita hanya berada sedikit di atas uretra dan sangat mudah menemukannya jika dia membengkak.

Menyingkap Misteri Titik G-Spot Wanita

Menyingkap Misteri Titik G-Spot Wanita

Salah satu cara efektif menemukan titik G-Spot wanita adalah dengan melakukan stimulasi pada klitoris. Merangsang klitoris akan menyebabkan G-Spot membengkak sehingga lebih mudah ditemukan. Stimulasi klitoris bisa dilakukan menggunakan jari atau lidah (cunnilingus).

Untuk orang yang baru pertama kali mencoba mencari titik G-spot, para seksolog merekomendasikan menggunakan jari-jari tangan supaya lebih mudah merasakannya. Memberi tekanan pada area Gspot akan membuat wanita merasa ingin buang air kecil, ini karena lokasi G-Spot wanita yang berada di atas uretra.

Orgasme akibat merangsang titik G-Spot wanita disebut G-Spot orgasm atau Female Ejaculation (ejakulasi wanita). Jika anda pernah melihat wanita mengalami ejakulasi saat orgasme, maka ejakulasi itu berasal dari rangsangan pada area G-Spotnya.

Mengenai cairan apa yang keluar dari vagina wanita saat orgasme tersebut masih diperdebatkan, apakah itu cairan urin atau cairan lain, tetapi yang pasti seperti halnya pria, wanita yang berejakulasi akan merasakan orgasme yang sangat kuat. Fenomena ini disebut Squirt dan hanya sedikit wanita yang bisa merasakannya.

Orgasme G-Spot tidak akan bisa terjadi jika wanita tegang dan berkontraksi atau mengencangkan otot-otot di area uretranya. Padahal orgasme G-Spot mengharuskan wanita santai dan tidak melawan terhadap kondisi yang sedang terjadi. Sensasi ingin buang air kecil selama perangsangan titik G-Spot menyebabkan wanita tegang dan secara tidak sadar berkontraksi dengan mengencangkan otot-otot di area pubococcygeus. Oleh karena itu wanita perlu merasa nyaman terlebih dahulu dengan dirinya dan pasangannya untuk mendapatkan orgasme G-Spot.

Ejakulasi Wanita dan Titik G-Spot (Squirt)

Ada beberapa perbedaan pendapat mengenai apakah benar wanita bisa mengalami ejakulasi seperti halnya pria atau tidak. Ejakulasi wanita adalah pelepasan cairan dari kelenjar Skene yang terletak di dalam uretra. Cairan tersebut berbentuk seperti air biasa dan keluar dari uretra tapi bukan urin. Kondisinya mirip dengan ejakulasi pria dari kelenjar prostat dikurangi sperma.

Kelenjar Skene ini mirip dengan kelenjar prostat pada pria. Dia menghasilkan cairan yang mirip dengan komposisi kimia cairan prostat, yaitu cairan yang membentuk air mani pada pria. Beberapa wanita dapat menghasilkan lebih banyak cairan dari kelenjar skene dibandingkan wanita lainnya, itu sebabnya ada wanita yang banyak mengeluarkan cairan saat berejakulasi dan ada yang sedikit saja.

Kabar mengenai keberadaan titik G-Spot wanita dibenarkan oleh seorang ilmuwan yang mengaku telah menemukan titik misteri tersebut. Adam Ostrzenski, MD, Ph.D mengatakan bahwa titik G-Spot wanita terletak di membran bagian belakang kelenjar perineum. Dia berada sekitar 16,5 mm di atas uretra

Adam melakukan penelitiannya terhadap vagina mayat wanita berusia 83 tahun dengan cara membedah lapisan demi lapisan pada dinding vagina dan menemukan lokasi pasti titik G-spot tersebut. “Titik G-Spot bukan lagi misteri, titik orgasme tersebut betul-betul ada dan saya melihatnya sendiri, ujar Adam sebagaimana dikutip dari The Sun.

Kesimpulannya, untuk menyingkap misteri titik G-Spot wanita dibutuhkan suasana yang santai dan penerimaan terhadap rangsangan yang sedang dialami. Bahkan jika muncul perasaan malu karena ingin buang air kecil selama rangsangan G-Spot, perasaan tersebut harus dikesampingkan dan tidak mengencangkan atau berkontraksi untuk menghentikan perasaan tersebut. Semakin sering melakukan rangsangan G-Spot maka misteri titik tersebut akan semakin terbuka.