Pembesaran prostat dokter

Pembesaran prostat, salah satu gangguan prostat

Kelenjar prostat adalah sebuah kelenjar kecil yang hanya dimiliki kaum pria, terletak di antara penis dan kandung kemih dan mengelilingi uretra (saluran yang membawa urin dari kandung kemih ke penis).

Ukuran prostat seperti buah kenari, tetapi jika mengalami pembesaran bisa seperti buah jeruk. Fungsi utama kelenjar prostat adalah untuk memproduksi semen (air mani) yang berisi nutrisi sekaligus alat transpor bagi sperma keluar dari tubuh.

Terdapat tiga masalah medis yang biasa terjadi pada prostat yaitu pembesaran prostat, peradangan pada kelenjar prostat (prostatitis), dan kanker prostat. Di artikel seksualitas.net kali ini kita akan membahas mengenai pembesaran prostat atau BPH.

Pembesaran prostat adalah salah satu kondisi umum yang dialami laki-laki seiring dengan bertambahnya usia mereka. Setidaknya gangguan prostat ini mempengaruhi sekitar 15 persen pria yang berusia 40 tahunan dan lebih banyak lagi pada pria 75 tahun ke atas yakni 50 persen mengalami gejala pembesaran prostat.

Pembesaran kelenjar prostat sering juga disebut BPH atau Benign Prostatic Hyperplasia dan hipertrofi prostat. Pembesaran prostat dapat menyebabkan gangguan saat kencing. Jika tidak diobati, maka akan menghambat aliran urin dari kandung kemih dan pada akhirnya menimbulkan masalah pada kandung kemih, saluran urin dan ginjal.

Sampai saat ini terdapat beberapa jenis pengobatan yang cukup efektif menyembuhkan pembesaran prostat. Dalam memilih jenis obat yang cocok, dokter akan menimbang beberapa faktor seperti gejala yang muncul, ukuran prostat, dan masalah kesehatan lainnya. Pengobatan pembesaran prostat bukan hanya melibatkan obat-obatan tetapi juga menuntut perubahan gaya hidup dan operasi.

Penyebab Terjadinya Pembesaran pada Prostat

pembesaran prostat menekan uretra

Pembesaran prostat menekan uretra. Foto: prostatecancerbristol

Prostat adalah salah satu alat reproduksi pria yang sangat penting karena tugasnya memproduksi semen atau air mani. Cairan semen adalah nutrisi bagi sperma dan sekaligus media yang akan mengantar sperma keluar dari penis saat ejakulasi terjadi. Posisi prostat terletak persis di bawah kandung kemih (lihat gambar di samping).

Uretra, yaitu tabung atau saluran yang mengangkut urin dari kandung kemih dan membawanya keluar dari penis melewati pusat prostat. Jadi ketika terjadi pembengkakan pada prostat maka urin akan terhalang keluar.

Sampai sekarang dokter tidak tahu apa yang menyebabkan prostat membesar, tetapi beberapa penelitian mengungkapkan bahwa pembesaran kelenjar prostat berhubungan dengan produksi hormon testosteron.

Gejala Pembesaran Prostat

Ukuran pembesaran tidak selalu berbanding lurus dengan gejala yang dialami penderita. Beberapa pria mengalami gejala yang sangat kuat padahal pembesaran yang dialami kecil, sebaliknya ada pria yang memiliki gejala ringan padahal prostatnya sudah sangat membesar. Pembesaran kelenjar prostat yang dialami penderita bervariasi tergantung tingkat keparahan masing-masing. Pada umumnya gangguan akan semakin memburuk jika tidak segera diobati.

Berikut ini beberapa gejala Pembesaran prostat yang mungkin dirasakan penderita:

  • Pancaran saat kencing lemah
  • Aliran kencing terputus-putus
  • Tidak lampias saat berkemih
  • Inkontinensia (beser)
  • Kencing tidak tuntas
  • Mengejan saat kencing
  • Infeksi saluran kemih
  • Rasa ingin kencing lagi sesudah kencing
  • Keluarnya sisa kencing selama beberapa detik pada akhir kencing
  • Sering kencing saat malam hari
  • Rasa sakit waktu kencing
  • Pembentukan batu dalam kandung kemih
  • Fungsi ginjal berkurang

Jika anda merasa mengalami masalah yang tidak enak saat kencing, segera hubungi dokter untuk memeriksa apakah prostat anda membesar atau ada gangguan lain yang mungkin terjadi pada prostat anda. Jika kondisi tersebut tidak menyusahkan atau tidak menimbulkan masalah kesehatan yang membuat anda sulit beraktifitas, maka kemungkinkan besar anda tidak memerlukan pengobatan. Tetapi meski demikian anda masih harus memeriksakan diri untuk mencari tahu kemungkinan penyebab lain seperti kanker prostat.

Faktor risiko terjadinya gangguan pembesaran kelenjar prostat, yaitu:

  1. Usia. Pria di bawah 40 tahun sangat jarang menderita pembesaran prostat. Pada usia 55 tahun 1 dari 4 pria memiliki gejala pembesaran prostat, dan pada saat usia mencapai 75 tahun, setengah pria mengalami masalah prostat.
  2. Genetik. Memiliki hubungan darah dengan penderita pembesaran prostat, maka risiko juga bertambah besar.
  3. Wilayah. Dari penelitian ditemukan bahwa pembesaran prostat lebih sering terjadi di wilayah Amerika dan Australia. Penderita di daerah Asia seperti Cina, India dan Jepang lebih sedikit jumlahnya.

Pengobatan Pembesaran Prostat

gambar prostat bengkak

Gambar prostat membengkak

Pilihan pengobatan didasarkan pada tingkat keparahan gejala yang dirasakan penderita, sejauh mana gangguan tersebut mempengaruhi produktifitas dan keseharian penderita, kondisi kesehatan, gejala yang dialami, ukuran pembesaran dan usia.

Pilihan pengobatan juga termasuk “menunggu waspada,” perubahan gaya hidup, obat-obatan, atau operasi. Beberapa penderita biasanya menunggu untuk melihat apakah gejala akan bertambah parah atau tidak.

Beberapa obat golongan Alpha blockers bisa digunakan untuk mengatasi pembengkakan prostat seperti terazosin, doxazosin (Cardura), tamsulosin (Flomax), alfuzosin (Uroxatral) dan silodosin (Rapaflo). Obat-obatan tersebut akan merilekskan kandung kemih dan otot pada prostat sehingga uretra tidak tertekan dan mempermudah buang air kecil. Cialis atau taladafil yang biasa digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi juga bisa digunakan untuk mengobati pembesaran prostat. Tetapi obat ini tidak boleh dikombinasikan dengan obat golongan alpha blockers.

Jika anda mengalami pembesaran prostat (BPH) maka lakukan pemeriksaan rutin setiap tahun dan evaluasi obat yang anda konsumsi, apakah gejala semakin ringan atau tidak. Banyak pria usia 60 tahun ke atas, meskipun mengalami pembesaran prostat tapi hanya mengalami gejala yang ringan. Dalam hal ini sikap Tunggu-Waspada bisa diterapkan yang disertai dengan perubahan gaya hidup.

Berikut ini beberapa langkah merawat diri sendiri jika anda mengalami  gejala ringan pembengkakan prostat (BPH):

  • Jangan menunda buang air kecil, lakukan segera setelah perasaan ingin kencing muncul.
  • Hindari alkohol dan kafein, terutama setelah makan malam.
  • Jangan banyak minum sekaligus dan hindari minum air 2 jam sebelum tidur.
  • Cobalah untuk tidak mengkonsumsi obat bebas dan obat sinus yang mengandung dekongestan atau antihistamin. Obat-obat ini dapat meningkatkan gejala BPH.
  • Jaga kehangatan tubuh dan berolahraga secara teratur. Cuaca dingin dan kurangnya aktivitas fisik dapat memperburuk gejala.
  • Lakukan latihan Kegel (latihan penguatan otot panggul).
  • Manajemen stres. Gugup dan ketegangan dapat menimbulkan keinginan buang air kecil.

Dalam kasus yang parah ketika respon terhadap obat-obatan tidak cukup bagus, maka dokter dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan penderita akan menyarankan tindakan operasi untuk menghilangkan bagian dalam kelenjar prostat yang menghalangi uretra.

Demikian beberapa hal penting yang perlu diketahui menyangkut gangguan pembesaran prostat. Gejala paling umum adalah adanya gangguan saat buang air kecil dan biasanya menyerang pria berusia 40 tahun ke atas. Pengobatan pembesaran prostat dilakukan jika pembesaran tersebut telah mengganggu kualitas hidup penderita seperti muncul sakit yang tak tertahankan saat kencing atau muncul komplikasi dengan penyakit lain. Pengobatan pembesaran prostat bisa dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obatan dan bisa juga dengan operasi langsung pada prostat.

Referensi: