Ejakulasi dini adalah masalah seksual yang terjadi pada kaum pria tetapi turut mempengaruhi kaum wanita sebagai pasangan seksual. Ejakulasi dini dapat menyebabkan stres dan frustrasi, bahkan dalam beberapa kasus, ejakulasi dini yang tidak diobati bisa menyebabkan retaknya hubungan keluarga. Gangguan seksual ini umumnya ditandai dengan proses ejakulasi (memancarnya air mani dari penis pria) yang terlalu cepat. Penyebab ejakulasi dini sampai sekarang belum dapat dipastikan dengan jelas karena setiap pria memiliki kondisi yang berbeda-beda saat berejakulasi. Tetapi yang pasti, penis pria akan segera loyo sesaat setelah mengalami ejakulasi sehingga tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan hubungan seksual.

Faktor penyebab ejakulasi dini adalah penyakit fisik. Foto: Askmen.com

Faktor penyebab ejakulasi dini adalah penyakit fisik. Foto: Askmen.com

Ejakulasi dini adalah keluhan nomor satu wanita terhadap pria, seorang wanita pada umumnya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai orgasme (puncak kenikmatan seksual).

Jika pria membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk mencapai ejakulasi maka wanita umumnya butuh 5-10 menit untuk mendapatkan orgasmenya. Seorang pria disebut mengidap ejakulasi dini jika sudah berejakulasi sebelum pasangannya mengalami orgasme.

Istri yang kecewa karena suami terlalu cepat selesai tentu tidak mengenakkan bagi suami dan akan terus berimbas pada kondisi psikis dan membuat suami menjadi malu atau rendah diri. Karena itu jika masalah ejakulasi dini ini tidak diobati akan mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Dari penelitian setidaknya ada banyak hal yang mempengaruhi mengapa seorang pria keluar terlalu cepat. Tetapi umumnya penyebab-penyebab itu dapat digolongkan menjadi dua faktor utama yaitu penyebab fisik dan psikis, mari kita bahas satu per satu.

I. FAKTOR PENYEBAB FISIK

Seperti dijelaskan sebelumnya, hubungan seks 5 menit atau ejakulasi dini adalah salah satu masalah seks yang banyak diderita kaum pria yang ditandai dengan ketidakmampuan menahan desakan ejakulasi saat menerima stimulasi seksual. Daya tahan rendah ini berkaitan dengan lemahnya fungsi saraf parasimpatis dan menonjolnya fungsi simpatis tubuh.

Beberapa hal yang bersifat fisik dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini pada pria, antara lain adanya perubahan pada kelenjar prostat, penyakit diabetes, gangguan pada saraf dan karena kegagalan dalam mengendalikan titik ejakulasi. Berikut ini beberapa faktor fisik yang dapat menyebabkan ejakulasi dini:

A. Berkurangnya produksi serotonin

Apakah yang dimaksud dengan serotonin? Serotonin adalah zat yang dihasilkan oleh otak manusia yang berfungsi mengatur proses ejakulasi. Zat serotonin disalurkan melalui neurotransmitter di otak untuk menghambat terjadinya ejakulasi. Ketika tubuh pria memproduksi serotonin dalam jumlah sedikit, maka kondisi ini akan menghasilkan ejakulasi yang terlalu cepat.

Menipisnya jumlah serotonin di otak dan saraf di tulang belakang yang memodulasi pergantian fungsi otonom otak dari mode parasimpatis ke mode simpatis (fungsi saraf dimana ejakulasi akan terjadi). Kekurangan serotonin secara berlebihan akan memicu perubahan dopamin/norepinefrin menjadi adrenalin (epinefrin) pada mode simpatis tubuh. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan suasana hati, kecemasan, stres, hipertensi dan kelelahan.

Secara alami, produksi serotonin mencapai puncaknya pada masa usia paruh baya dan jumlahnya akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Kendati demikian, seorang pria bisa menyiasati berkurangnya produksi serotonin dengan menjalankan hidup sehat, menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk, dan mengkonsumsi makanan penambah vitalitas pria.

4 Penyebab Ejakulasi Dini Pada Pria

Kurang serotonin sebabkan ejakulasi dini.

B. Masalah hormon sebabkan ejakulasi dini

Kurangnya hormon Dopamin dalam otak juga dapat meyebabkan pria mengalami ejakulasi dini, kekurangan dopamin akan melemahkan fungsi hipofisis-testis dan fungsi tiroid. Sebagai hasilnya, pria akan mengalami defisiensi testosteron, kehilangan kejantanan, mengecilkan ukuran penis dan kehilangan rasa pecaya diri.

Terlalu sering mengeluarkan cairan kelenjar bulborethal yang mengandung prostaglandin E-2 yang merangsang pematangan atau pembukaan katup ejakulasi. Untuk memperpanjang ereksi selama 2-3 jam, tubuh membutuhkan banyak hormon seperti DHEA, androstenedion, tetsosteron dan estrogen.

Rendahnya produksi prostaglandin E-1 (PGE-1) akibat adanya penipisan zat kimia dan hormon. PGE-1 melemaskan jaringan spons penis dan meningkatkan sarap parasimpatis untuk ereksi yang keras. PGE-1 dapat menyebabkan penis ereksi dan bertambah panjang.

C. Gangguan sistem saraf menyebabkan ejakulasi dini

Gangguan sistem syaraf pada area genital (wilayah sekitar alat kelamin pria) juga bisa menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Sistem saraf alat kelamin berhubungan dengan kepekaan menanggapi rangsangan akibat bersentuhan dengan alat kelamin wanita. Pada saat alat kelamin pria terlalu responsif menanggapi stimulasi seksual, maka pria akan lebih cepat mengalami ejakulasi.

Penipisan otak dan penurunan tingkat asetilkolin sinaptik yang penting bagi komunikasi saraf, penginderaan dan fungsi pergantian energi yang dibutuhkan pada mode parasimpatis termasuk penurunan fungsi organ seks ketika ereksi terjadi. Defisiensi dari asetilkolin adalah penyebab impotensi dan ereksi lemah yang menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Hal ini juga yang akan menurunkan fungsi hati, fungsi adrenal dan testis yang mengakibatkan tubuh kekurangan Nitric Oxide, DHEA, androstenedion dan testosteron. Kurangnya hormon seks dalam otak menyebabkan pria kehilangan libido.

Terjadinya abrasi pada saluran-saluran ejakulasi prostat dan neuromuskuler menyebabkan terjadinya ejakulasi dini pada saat tubuh menerima stimulasi seksual baik itu melalui penglihatan, pendengaran maupun dengan penetrasi. Hal ini juga menyebabkan ukuran prostat membesar dan melemahkan kekuatan “semprotan” sperma ketika ejakulasi, dan melemahkan kontrol atas air seni. Secara umum diperlukan 3-12 bulan untuk memperbaiki ujung syaraf yang rusak dan memperbaiki pembesaran prostat bisa dilakukan dalam satu bulan.

Bukan hanya itu, gangguan sistem saraf pada seluruh kulit tubuh pria juga dapat berpengaruh pada sejumlah kasus penyebab ejakulasi dini. Misalnya, setelah mengalami kecelakaan kendaraan bermotor, seorang pria mengalami gangguan saraf menjadi lebih mudah terangsang ketika melihat seorang wanita seksi. Akibatnya, pria tersebut akan lebih sering berejakulasi tanpa ia kehendaki yang berujung pada disfungsi ereksi.

II. FAKTOR PENYEBAB PSIKIS (Non-Fisik)

Selain penyebab fisik, faktor-faktor non fisik juga memberi andil terjadinya ejakulasi dini pada pria. Misalnya, pasangan wanita sedang menderita sakit, tekanan kerja yang meningkat, masalah keluarga yang belum terselesaikan, orientasi seksual yang salah, kurang pengalaman dalam seks, suasana rumah yang tidak mendukung ketika bercinta, kecemasan, perasaan takut gagal dan fantasi seks yang berlebihan.

Ketakutan atau kegelisahan juga bisa menjadi penyebab ejakulasi dini. Beberapa contoh pikiran yang membuat pria berejakulasi dini adalah perasaan resah tidak bisa memuaskan pasangannya atau banyaknya pikiran tentang pekerjaan. Tekanan dari dalam inilah yang justru membuatnya orgasme lebih awal. Istri yang terlalu bersemangat juga bisa menyebabkan pria mengalami ejakulasi atau orgasme yang terlalu cepat.

A. Rangsangan seksual berlebihan sebabkan ejakulasi dini

Rangsangan berlebih adalah penyebab ejakulasi dini

Rangsangan berlebih adalah penyebab ejakulasi dini

Salah satu faktor penyebab ejakulasi dini secara psikis adalah karena adanya rangsangan yang berlebihan. Hal ini biasanya dialami oleh pasangan muda, khususnya pada masa pengantin baru.

Gairah pria muda pada umumnya cenderung meledak-ledak ketika mereka baru pertama kali aktif melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Rangsangan yang diterima dan ditanggapi dengan frekuensi yang lebih sering akan menghasilkan dorongan seks yang berlebih pula.

Oleh karena itu, sering kita jumpai pria pengantin baru yang mengeluh karena penisnya terlalu cepat berejakulasi. Mereka tidak paham bahwa kondisi tersebut dinamakan ejakulasi dini. Namun seiring dengan bertambahnya waktu mereka akan semakin matang dalam menjalani kehidupan seksual sehingga mampu mengontrol rangsangan dan melakukan hubungan seks lebih lama dari biasanya. Hal ini membutuhkan waktu dan latihan yang berulang-ulang.

B. Faktor psikologis dan kejiwaan

Hal kedua yang menyebabkan pria mengalami ejakulasi dini adalah faktor psikologis atau kejiwaan. Pikiran yang cemas terhadap kondisi lingkungan, stres yang berlebihan, dan kegelisahan yang dibawa ke atas ranjang akan menyebabkan pikiran pria tidak bisa konsentrasi berhubungan seksual. Pikiran yang terbawa ke masalah lain di luar hubungan seksual akan menyebabkan pria ingin segera cepat-cepat menyelesaikan aktifitas seksualnya dengan pasangannya.

Saat sedang stres, cemas atau gelisah, jantung akan memompa lebih banyak darah dari biasanya ke seluruh tubuh termasuk ke penis. Detak jantung yang meningkat dan aliran darah yang deras akan merangsang kinerja seksual pria dan menyebabkannya tidak tahan lama atau cepat berejakulasi.

Faktor kecemasan juga menjadi alasan mengapa banyak pria yang sedang berselingkuh dan berhubungan seks dengan wanita yang bukan isteri sahnya akan mengalami ejakulasi dini. Pria tersebut was-was jika hubungan intim dengan wanita lain tersebut akan diketahui oleh orang lain. Akibatnya, pria tersebut ingin segera mencapai orgasme tanpa memperhatikan kondisi wanita apakah sudah mencapai puncak kenikmatan seksual atau belum.

Pengalaman seksual di masa muda juga turut memberi andil terjadinya ejakulasi dini secara psikis. Seks yang terburu-buru dan pengalaman seks yang tidak menyenangkan akan memberi respon pada otak untuk mempercepat proses ejakulasi. Faktor lingkungan juga berpengaruh terhadap cepatnya terjadi ejakulasi.

C. Masturbasi yang terlalu sering

Masturbasi terlalu sering menyebabkan ejakulasi dini, apalagi jika masturbasi dilakukan dengan teknik yang salah. Masturbasi menyebabkan tubuh terbiasa berada dalam mode simpatis, sebuah mode tubuh yang bekerja ketika ejakulasi terjadi. Ejakulasi yang terlalu sering menyebabkan prostat memiliki refleks ejakulasi. Logikanya mirip dengan pelatihan respon intuitif pada seni bela diri yang mendorong respon simpatis otak.

Terlalu sering melakukan masturbasi akan menyebabkan terjadinya perubahan kimiawi di dalam tubuh. Masturbasi berlebih akan menstimulasi sistem syaraf parasimpatis dan menyebabkan tubuh memproduksi hormon seks sehingga fungsi tubuh masuk ke mode simpatik, sebuah mode dimana ejakulasi akan terjadi.

Demikian dua penyebab utama terjadinya ejakulasi dini. Setidaknya ada 4 cara mengatasi ejakulasi dini yang bisa anda praktekkan. Penyembuhan total sebaiknya melibatkan kedua belah pihak, suami dan istri. Komunikasi dan mencari jalan keluar bersama adalah solusi untuk menyembuhkan penyakit ejakulasi dini.