Penis yang keras dan tegang disebut sedang mengalami ereksi, kualitas atau tingkat kekerasan ereksi biasanya berfluktuasi dan tergantung pada banyak faktor, salah satunya adalah usia. Pada dasarnya penis yang ereksi menandakan terjadi proses kimia di dalam tubuh sebagai reaksi terhadap adanya stimulasi seksual. Stimulasi seks terbagi dua yaitu stimulasi fisik seperti bersentuhan, berciuman atau meraba alat vital, dan kedua stimulasi mental seperti memikirkan wanita cantik atau mengkhayal erotis. Kedua hal tersebut adalah faktor penyebab penis mengalami ereksi.

Penyebab penis ereksi

Penyebab penis ereksi. Foto: shutterstock.com

Terkadang beberapa pria merasa heran sebab tidak mengalami ereksi padahal faktor-faktor penyebab tadi terjadi dan sedang dirasakan. Jika penis mengalami gagal ereksi meskipun ada stimulasi seksual maka itu berarti ada yang salah di dalam sistem tubuh. Mungkin terjadi hambatan di sistem syaraf, ada hormon yang terganggu, aliran darah terlambat mengalir atau bisa juga ada hambatan psikis yang sedang dialami.

Sesungguhnya mekanisme kerja penis untuk ereksi sangatlah rumit dan melibatkan kerja sama banyak sistem dalam tubuh. Terdapat beberapa kondisi normal dimana penis seharusnya mengeras contohnya ereksi pagi hari, ereksi karena adanya rangsangan yang bersifat psikoseksual dan stimulasi fisik seperti melakukan onani atau masturbasi, ereksi saat kencan atau saat terjadi aktifitas seksual, dan ereksi saat membaca atau menonton film porno. Jika dalam kondisi normal tersebut penis tidak mengalami ereksi, maka bisa dikatakan pria yang mengalaminya kemungkinan menderita disfungsi ereksi.

Penis Ereksi Karena Stimulasi Psikoseksual

Saat usia masih muda, pria memiliki kadar hormon testosteron yang sangat tinggi membuatnya sangat sensitif terhadap rangsangan. Senggol dikit saja sudah bisa membuatnya tegang. Dalam usia seperti itu, segala hal tampaknya selalu berhubungan dengan seks, melihat wanita di jalan sudah menimbulkan gairah di dalam diri, menonton sinetron dengan artis berpakaian seksi sudah membuat penisnya tegang dan mengeras seperti kayu.

Stimulasi seksual tersebut tertanam di dalam pikiran dan selama stimulasi tetap ada maka penis tetap ereksi keras dan semakin keras. Terkadang penis yang ereksi membuat bentuk celana berubah atau merasa sakit karena terjepit dengan celana yang sempit. Akibatnya pria muda ini berusaha menghentikan stimulasi tersebut dengan cara mengalihkan perhatiannya ke hal lain.

Penis yang ereksi karena adanya stimulasi psikoseksual tersebut adalah normal pada pria, umumnya tingkat sensitifitas yang dirasakan akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Saat masih muda, ereksi terjadi spontan, otomatis dan tidak disadari, tapi saat usia sudah memasuki 50 tahun, ereksi baru terjadi ketika menerima stimulasi fisik seperti berciuman, saling raba atau foreplay.

Banyak pria yang khawatir dan ketakutan ketika menyadari kekuatan ereksinya tidak lagi seperti dulu. Ketakutan berlebihan ini terus menghantui pikiran dan membuat kondisi ereksi tidak bertambah baik. Dalam situasi seperti ini pria tersebut bisa disebut telah menderita gangguan seksual disfungsi ereksi.

Penyebab Penis Ereksi: Onani Atau Masturbasi

Penis ereksi karena onani

Penis ereksi karena onani.

Saat masuk masa remaja banyak pria yang mulai bermain-main dengan alat vitalnya. Saat mandi penis digosok dengan sabun sampai mencapai ereksi. Kemudian timbul perasaan nikmat, semakin digosok maka penis semakin keras dan perasaan semakin nikmat. Dan akhirnya mencapai puncak dan penis menyemprotkan cairan semen (air mani) dalam jumlah yang banyak.

Saat itu, si remaja pria ini belum mengetahui apa yang sedang dilakukannya. Dia juga tidak bisa menjelaskan dari mana rasa nikmat itu berasal. Akibatnya saat mandi dia mulai menggosok lagi penisnya sampai mendapatkan puncak orgasmenya. Begitu seterusnya berulang-ulang sampai pria muda ini mulai mencari tahu dan paham tentang onani atau masturbasi.

Jika si anak ini kurang aktifitas dan selalu menyendiri, maka besar kemungkinan dia akan mengulangi lagi ritual onaninya. Beberapa pria melakukan onani sampai kulit penisnya lecet bahkan berdarah. Tapi aktifitas tersebut terus dilakukan sampai akhirnya pria ini mulai mendengar banyak perbincangan mengenai bahaya onani sehingga muncullah rasa takut dalam diri, takut mandul, takut impoten dan takut dosa.

Akhirnya dia memutuskan untuk berhenti onani, tetapi setelah 3-4 hari, gairahnya kembali bangkit, apalagi setelah melihat wanita seksi di televisi, pikirannya mengingat-ingat bagaimana rasa saat melakukan onani dan akhirnya si pria ini melakukannya lagi. Setelah itu timbul rasa bersalah dan berniat akan berhenti lagi, demikian seterusnya.

Salah satu penyebab penis mengalami ereksi adalah karena menerima rangsangan fisik seperti onani sambil mengkhayalkan sesuatu hal yang erotis. Saat situasi tersebut terjadi, penis akan tetap ereksi sampai ejakulasi terjadi. Jika setelah mengkhayal erotis sambil merangsang penis, tetapi ereksi tidak juga terjadi maka kemungkinan besar ada sesuatu yang sedang terjadi, bisa jadi dalam diri si pria ini timbul rasa takut atau ada hambatan psikis yang menghalangi penis ereksi.

Baca Juga: Apakah Masturbasi Bisa Merusak Keperawanan?

Penis Ereksi Keras Saat Berkencan Dengan Pacar

Saat usia masih remaja dan memiliki pacar, berpegangan tangan saja sudah bisa membuat penis ereksi dengan keras. Kondisi ereksi ini kadang tidak disadari dan berlangsung otomatis dan biasanya terus berlangsung sampai kencan usai dan harus berpisah. Saat sampai di rumah, remaja pria ini kadang melihat ada cairan basah di celana dalamnya.

Beberapa remaja yang berpacaran terlalu jauh seperti saling memegang alat kelamin masing-masing dan memberi rangsangan sehingga penis ereksi dengan sangat keras. Kondisi jiwa yang belum stabil kadang membuat pria mengalami stres, cemas dan takut dosa. Perasaan-perasaan seperti itu akan menghambat penis ereksi dan akibatnya penis yang semula mengalami ereksi keras akhirnya loyo ditangan sang pacar.

Perasaan takut dan cemas dalam diri tidak begitu disadari, yang disadari malah penis yang tidak ereksi padahal sedang dipegang pacar. Dalam kondisi bingung seperti itu, wanita juga akan merasa kecewa dan menimbulkan beban malu pada pria. Akibatnya penis semakin layu dan meskipun dirangsang tetap tidak bisa tegak lagi.

Selanjutnya ketika mereka berkencan di kesempatan berikutnya, timbul perasaan bimbang, apakah ereksi akan lembek lagi seperti dulu. Perasaan seperti itu semakin kuat ditambah munculnya kembali rasa takut dan beban moral membuat penisnya tidak bisa ereksi lagi. Hal-hal seperti ini sangat sering terjadi pada anak-anak muda yang sedang berpacaran.

Penis Mengalami Ereksi Saat Aktivitas Seksual Suami Istri

Penis alami ereksi saat ngeseks.

Penis alami ereksi saat ngeseks. Foto: shutterstock.com

Setelah menikah suami dan istri tidur bersama, karena saling sentuh maka timbul gairah. Jika keduanya bersepakat dan tidak ada gangguan maka umumnya mereka akan melakukan hubungan seks atau koitus sampai ejakulasi terjadi.

Sebelum koitus, seks biasanya dimulai dengan saling rangsang atau bercumbu, lamanya bervariasi. Semakin lama bercumbu maka gairah seks semakin tinggi. Biasanya berdampak pada sensasi saat mengalami orgasme.

Agar bisa melakukan koitus, penis pria harus keras agar bisa masuk secara keseluruhan ke dalam vagina istri. Kemudian penis akan didorong keluar masuk selama beberapa saat sampai ejakulasi terjadi. Dalam proses ini, penis tidak boleh loyo dan harus tetap ereksi. Rangsangan yang dirasakan saat koitus ditambah sensasi dan gairah yang semakin meningkat akan membuat penis tetap ereksi.

Setelah beberapa lama, pria akan merasakan desakan ejakulasi semakin sulit dibendung dan akhirnya mencapai puncak orgasmenya. Dan prosesi koitus pun berakhir. Kemudian beberapa detik setelah itu, penis mulai mengalami fase istirahat dan perlahan menjadi lembek karena darah telah keluar dari penis.

Intinya, dibutuhkan penis yang keras saat bercumbu dan saat melakukan koitus. Jika ini yang terjadi umumnya pria dan wanita akan merasa puas dan nyaman. Tetapi jika saat melakukan foreplay, penis tidak keras atau hanya mengembang sedikit maka umumnya koitus juga akan gagal. Ataupun kalau penetrasi berhasil dilakukan, penis akan lembek di dalam vagina istri. Bila ini yang terjadi, suami akan merasa malu dan istri jadi kecewa. Kondisi rumah tangga berubah dan tidak lagi harmonis.

Penis Ereksi pada Saat Membaca atau Menonton FIlm Porno

Di jaman teknologi saat ini, orang dapat dengan mudah mendapatkan material pornografi yang berisi gambar-gambar telanjang dan cerita-cerita seks. Dan bagi banyak pria, materi-materi seksual tersebut adalah salah satu cara melepaskan hasrat seksual di dalam diri.

Saat menonton film porno atau membaca materi seks di internet, penis akan mengalami ereksi dengan keras. Karena panjang film biasanya mencapai satu jam lebih, kondisi ereksi kadang turun tetapi tidak lembek. Setiap 3-4 menit terjadi pertukaran darah di dalam penis yang menyebabkan penis terasa lemas. Setelah darah segar masuk ke dalam penis, kondisi ereksi akan kembali keras.

Beberapa pria yang menonton sendiri kadang secara sadar atau tidak sadar juga memegang penisnya, perasaan nikmat yang muncul membuat penis terus digosok sampai akhirnya mendekati orgasme. Dalam situasi tersebut, mereka kadang menyetop rangsangan dan membuat penis istirahat sebentar. Setelah sensasi berkurang penis kembali dipegang dan digosok-gosok. Demikian seterusnya sampai orgasme dan mengalami ejakulasi.

Bagi beberapa pria yang gagal ereksi ketika berhubungan dengan wanita biasanya akan mencoba merangsang diri dengan menonton film porno untuk membuktikan apakah dirinya mengalami impotensi atau tidak. Bila penis ereksi dengan normal, maka perasaan jadi lega dan merasa kondisi tubuh baik-baik saja.

Penis Ereksi Saat Mimpi Basah

Penis bisa mengalami ereksi meskipun pria sedang tidur. Dalam tidurnya pria tersebut bermimpi bertemu wanita seksi, berkencan dan bersetubuh dan tiba-tiba saja sudah mencapai puncak tanpa bisa dicegah, akhirnya celana jadi basah oleh cairan semen dan sperma.

Kondisi ini sangat umum terjadi pada pria remaja berusia 14 dan 15 tahun, dan akan semakin jarang seiring dengan bertambahnya usia. Pria yang sudah menikah dengan frekuensi hubungan seks teratur juga akan jarang mengalami mimpi basah. Tetapi masih kadang muncul terutama apabila tidak berhubungan seks selama satu minggu karena istri sedang haid.

Kondisi penis yang ereksi saat mimpi tengah malam tersebut sampai terjadi ejakulasi adalah normal dan sehat secara seksual. Kekuatan ereksi penis di dalam mimpi sulit diukur. Bahkan kebanyakan pria tidak menyadari sedang bermimpi dan baru sadar mengalami mimpi basah ketika pagi hari merasa celana basah dan lengket.

+++

Dapatkan ebook Kamasutra, GRATIS. Download disini!