Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang terbuat karet atau lateks, berbentuk tabung tidak tembus cairan dimana salah satu ujungnya tertutup rapat dan dilengkapi kantung untuk menampung sperma. KB kondom berguna untuk mencegah kehamilan pada wanita.

Serba-serbi Kondom

Serba-serbi Kondom

Kondom biasa digunakan ketika istri sedang dalam masa subur. Biasanya para suami sudah mengetahui masa subur sang istri dengan sistem kalender. Selain saat masa subur, pasangan ini biasanya tidak mengguakan alat kontrasepsi sama sekali.

Sebenarnya alat kontrasepsi ini memiliki dua manfaat utama yaitu untuk mencegah kehamilan dan untuk mencegah penularan penyakit seksual. Karena manfaatnya yang besar tersebut, penggunaan kondom selalu disosialsasikan setiap saat.

Bagaimana gambar dan bentuk kondom?

Kebanyakan kondom terbuat dari karet lateks tipis, tetapi ada yang membuatnya dari jaringan hewan (usus kambing) atau plastik (polietilen). Sekarang banyak jenis kondom yang berbeda dalam hal bentuk: Ada yang ujungnya rata, ada juga yang ujungnya memiliki penampung untuk penampungan sperma. Dan ada juga bentuk kondom yang bergierigi untuk menambah kenikmatan seksual.

Berikut ini beberapa perbedaan jenis kondom berdasarkan bentuk, warna dan ketebalannya:

Warna : Ada yang tidak tembus pandang, ada pula yang transparan, dengan berbagai macam warna. Sekarang ini, Jenis transparan dengan berbagai macam warna sesuai aroma adalah yang banyak beredar di pasaran.

Lubrikasi : Ada yang menggunakan minyak silikon, Jelly, bedak atau yang kering. Jelly dan bedak untuk saat ini jarang digunakan pada kondom yang beredar di Indonesia.

Ketebalan : Kontrasepsi ini memiliki ketebalan yang standar dan tipis. Biasanya orang cenderung memilih yang sangat tipis untuk kenyamanan dalam pemakaian.

Permukaan : Hem, bergelombang, tidak licin. Sekarang ini permukaan kondom semakin bervariatif. Para produsen lebih kreatif menarik konsumen untuk menggunakannya. Misalnya saja sekarang banyak beredar kondom bergerigi, berulir, dan lain-lain. Hal ini bertujuan untuk menambah sensasi dalam hubungan suami istri.

Spermicida : Beberapa jenis kondom bersifat spermicida, dan ada juga yang tidak. Spermicida yang digunakan biasanya nonoxyne-9 atau menfegol. Spermicida berfungsi untuk membunuh sperma. Penggunaan spermicida ini untuk menambah efektifitasnya sebagai alat kontrasepsi

Bagaimana kondom bisa berfungsi sebagai alat kontrasepsi ? karet ini akan menghalangi sperma masuk ke dalam rahim, sehingga akan melindungi wanita dari kehamilan yang tidak diinginkan, karena sel sperma dan sel telur tidak bertemu did alam rahim wanita.

Kapan Kondom Sebaiknya Di Gunakan?

Kondom berbentuk mungil dan kecil sehingga bisa di simpan di saku dan mudah di bawa kemana-mana. Jadi kapankah alat kecil mungil itu sebaiknya di gunakan?

  1. Bila hubungan seksual dilakukan pada saat istri sedang dalam masa subur. Untuk mengetahui masa subur wanita anda bisa menghitungnya menggunakan sistem Kalender Masa Subur.
  2. Bila istri tidak cocok dengan semua jenis alat/metode kontrasepsi.
  3. Setelah vasektomi kondom perlu dipakai sampai enam minggu.
  4. Sementara menunggu penggunaan metode/alat kontrasepsi lainnya.
  5. Bagi calon peserta Pil KB yang sedang menunggu haid
  6. Apabila lupa minum pil KB dalam jangka waktu lebih dari 36 jam.
  7. Apabila salah satu dari pasangan suami istri menderita Penyakit Menular Seksual termasuk HIV/AIDS
  8. Dalam keadaan tidak ada kontrasepsi lain yang tersedia atau yang dipakai pasangan suami istri
  9. Sementara menunggu pencabutan implant/susuk KB/alat ontrasepsi bawah kulit, bila batas pemakaian implant telah habis.

Bagaimana cara menggunakan kondom ?

Pilihlah yang berkualitas, harganya biasanya berbeda tergantung dari bahan, kualitas, dan merknya. Hati-hati dalam memasang atau menggunakan sebab bahannya sangat tipis sehingga mudah sobek. Jangan pernah menggunakan bahan yang sudah kadaluarsa dan bekas pakai.

Baca juga: 

Cara memasang kondom

Cara memasang kondom

Perhatikan gambar diatas cara memasang kondom yang benar:

  1. Pegang pembungkusnya dengan kedua belah tangan, lalu dorong dengan jari ke posisi bawah. Tujuannya agar tidak tersobek saat membuka bungkusnya. Selanjutnya sobek bagian atas pembungkus.
  2. Dorong kondom dari bawah agar keluar dari bungkusnya, kemudian pegang dan perhatikan bagian yang menggulung harus berada di sebelah luar
  3. Pencet ujungnya dengan ibu jari dan telunjuk agar tidak ada udara yang masuk dan letakan pada kepala penis.
  4. Pada saat memasang, penis harus dalam keadaan tegang (ereksi). Pasanglah dengan menggunakan telapak tangan untuk mendorong gulungan kondom hingga ke pangkal penis (jangan menggunakan kuku karena dapat robek).
  5. Setelah ejakulasi, cabut penis dari vagina ketika masih ereksi, dan tahan di bagian pangkal penis dengan jari agar kondom tidak lepas dan tidak meninggalkan air mani di vagina
  6. Setelah menggunakan, ikat agar cairan sperma tidak keluar. Kondom bekas langsung dibuang ke tempat yang seharusnya, untuk mencegah mengkontaminasi orang lain, terutama anak-anak.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan kondom

Periksa tanggal kadaluarsa kondom

Periksa tanggal kadaluarsa kondom sebelum digunakan

  1. Periksalah tanggal kadaluwarsa pada bagian bungkus. Periksalah kondisinya, jangan menerima atau membeli yang bungkusnya sudah rusak, atau ada gelembung udara di dalamnya dan berlubang.
  2. Gunakan kondom baru setiap kali bersenggama. Hati-hati membuka bungkusnya, jangan sampai sobek.
  3. Pasanglah karet itu di penis sebelum melakukan kontak genital, untuk mencegah masuknya sperma atau bibit penyakit ke dalam vagina, (atau sebaliknya)
  4. Hati-hati dalam memasang dan melepaskan alat mungil ini, terutama untuk anda yang memiliki kuku panjang atau cincin dengan bagian yang tajam
  5. Jika pelicin yang ada pada kondom dirasa kurang, gunakan lubrikan atau jelly yang dianjurkan. Jangan gunakan bahan-bahan seperti vaselin, lotion, atau produk minyak lainnya, karena dapat meningkatkan kemungkinan sobek.
  6. Bila kondom robek selama senggama, gunakan segera spermisida (busa atau gel), dan pertimbangkan menggunakan kontrasepsi darurat, untuk mencegah terjadinya kehamilan.
  7. Simpan persediaan di tempat yang sejuk dan kering. Jauhkan dari sinar lampu neon, TL dan letakkan di tempat yang tidak terkena matahari langsung atau di tempat yang panas.
  8. Sebaiknya tidak meletakkannya di saku celana, karena suhu tubuh dapat mempengaruhi kualitas kondom. Jangan juga menggunakannya bila terlihat rusak atau lapuk, karena cenderung mudah robek.

Apakah kelebihan kondom ?

Ada banyak manfaat menggunakan kondom seperti mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan supaya terhindar dari penyakit berbahaya. Meskipun tingkat keefektifannya tidak 100%, alat ini sangat dianjurkan oleh dokter untuk digunakan. Berikut ini beberapa kelebihan menggunakan kondom ketimbang alat kontrasepsi lainnya:

  1. Sangat efektif sebagai alat kontrasepsi bila dipakai dengan baik dan benar. Murah dan mudah didapat tanpa resep dokter dan dapat didistribusikan oleh dan untuk masyarakat (community based).
  2. Praktis dan dapat dipakai sendiri 4. Tidak ada efek hormonal. Dapat mencegah kemungkinan penularan Penyakit Menular Seksual termasuk HIV/AIDS, Mudah dibawa.
  3. Memiliki pelicin/pelumas sehingga dapat menambah frekuensi hubungan seksual dan secara psikologis menambah kenikmatan.
  4. Kondom membantu suami yang mengalami ejakulasi dini. Adanya jaminan pengawasan kualitas produksi bahwa produk layak dipasarkan. Sebelum dipasarkan kondom harus diuji di laboratorium dan harus memenuhi Standar Internasional yang ditetapkan oleh ISO (International Organitation Standardization), CEN (Comitee European de Normalization), dan ASTM (American Socienty for Testing and Materials).

Apakah keterbatasan kondom ?

  1. Kadang-kadang ada pasangan yang alergi terhadap karet kondom. Selain itu, alat ini hanya dapat dipakai satu kali. Secara psikologis ada kemungkinan bisa mengganggu kenyamanan.
  2. Kondom kadaluarsa mudah sobek dan bocor.

Bagaimana tingkat efektifitas kondom dalam mencegah kehamilan ?

Efektif sebagai kontrasepsi bila dipakai dengan baik dan benar. Angka kegagalan teoritis 3%, praktis 5 -20%. Sangat efektif jika digunakan pada waktu istri dalam periode menyusui (Lactation Amenorrhae Method). Penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi akan lebih efektif bila dikombinasikan dengan sistem kalender masa subur istri.

Dimana mendapatkan kondom ?

Alat kontrasepsi ini dapat dengan mudah diperoleh di beberapa tempat seperti:

  1. Apotik
  2. Klinik KB
  3. Pos KB Desa
  4. Toko Obat
  5. Pasar Swalayan
  6. Vending Machine Kondom.
  7. Puskesmas/puskesmas pembantu
  8. PPKBD/sub PPKBD

Demikian serba-serbi kondom dan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pasangan suami istri yang aktif menggunakannya sebagai alat kontrasepsi. KB kondom yang bagus adalah yang berbahan lateks karena bisa menjadi alat kontrasepsi sekaligus mencegah penularan penyakit.

+++

Dapatkan ebook Kamasutra, GRATIS. Download disini!