Sepasang suami istri telah menikah dua tahun tapi sampai sekarang istri tidak juga hamil padahal frekuensi mereka berhubungan intim sangat lancar. Apakah karena sperma suami keluar lagi setelah berhubungan? ataukah karena istri yang memang tidak pernah mencapai orgasme? Betulkah berhubungan seks setiap hari justru tidak tepat?

Kami sudah menikah dua tahun lebih. Di awal pernikahan sampai tahun pertama kami menggunakan kondom sebagai alat kotrasepsi. Sekarang kami sedang memprogram untuk memiliki anak dan sudah tidak menggunakan kondom saat berhubungan. Apakah normal air mani saya keluar lagi dari vagina istri setelah saya berejakulasi di dalam? Istri saya bahkan mengatakan masih ada air mani saya yang menetes keluar keesokan harinya pada banyak kesempatan.

Saat berejakulasi seorang pria akan mengeluarkan sekitar 4,4 mililiter semen (air mani) dimana setiap satu mililiter terdapat minimal 20 juta sel spermatozoa. Agar bisa hamil hanya dibutuhkan satu sel spermatozoa yang berhasil membuahi sel telur.

Dari jutaan sel sperma yang berjuang menuju saluran fallopi hanya akan ada 200-300 sel sperma yang akan berhasil mencapai sel telur. Dan dari 300 spermatozoa yang membentur-benturkan diri mereka ke dinding sel, hanya akan ada satu dari mereka yang akan berhasil menerobos masuk dan membuahi sel telur. Jika begitu, kemana perginya jutaan sperma lain yang gagal membuahi sel telur?

Sperma keluar lagi setelah berhubungan

Sperma yang keluar lagi setelah berhubungan adalah normal. Foto: topnews.in

Selain mengandung jutaan spema, air mani juga memiliki kandungan fruktosa dan banyak enzim sebagai nutrisi bagi sperma. Air mani tidak akan masuk ke dalam rahim, dia hanya menghantarkan sperma saja dari penis menuju liang vagina wanita. Lima menit setelah ejakulasi, air mani sudah tidak berfungsi apa-apa lagi. Fungsinya sebagai medium untuk menghantarkan sperma telah selesai.

Air mani bersama cairan vagina akan keluar lagi melalui vagina karena mengikuti hukum gravitasi, apa yang masuk pasti keluar dan apa yang naik pasti akan turun. Begitu pula halnya dengan jutaan sel sperma yang gagal membuahi sel telur, semuanya akan keluar lagi bersama dengan air mani dan zat-zat lainnya. Jadi kesimpulannya, sperma yang keluar lagi dari vagina setelah berhubungan adalah normal dan wajar terjadi.

Banyak wanita yang karena ingin cepat hamil, mengangkang di tempat tidur selama beberapa saat untuk mencegah air mani suaminya merembes keluar. Ini tidak perlu sebab air mani dan sperma yang keluar lagi tidak akan mengurangi potensi kehamilan.

Terlalu Sering Berhubungan Seks Tidak Efektif Untuk Kehamilan

Banyak pasangan suami istri yang sengaja berhubungan seks setiap hari dengan tujuan agar istri segera hamil. Analisanya, semakin sering sperma suami masuk ke rahim istri maka semakin besar potensi terjadinya kehamilan. Betulkah frekuensi hubungan seksual mempengaruhi tingkat kehamilan?

Pada dasarnya, terlalu sering ejakulasi menyebabkan jumlah dan kualitas sperma menjadi tidak baik sehingga ketika tiba datangnya masa subur, spermatozoa malah tidak memiliki energi yang cukup untuk berenang menuju sel telur. Meskipun sperma diproduksi setiap hari, umumnya sperma butuh waktu tiga hari supaya matang betul dan siap membuahi sel telur. Sperma yang berkualitas mampu hidup selama tiga hari dalam rahim wanita.

Begitu pula sebaliknya, terlalu jarang berejakulasi juga menyebabkan kualitas sperma jadi buruk. Menurut dokter Wimpie Pangkahila, sperma yang berkualitas baik adalah yang dikeluarkan dalam waktu 3-5 hari setelah sperma yang terakhir keluar. Jadi agar bisa hamil tidak perlu melakukan hubungan seks setiap hari sepanjang waktu, melainkan lakukanlah hubungan seks setiap hari dimulai dari 2 hari sebelum istri masuk masa subur sampai 3 hari setelahnya. Cara ini akan memperbesar potensi kehamilan.

Referensi:

+++

Dapatkan ebook Kamasutra, GRATIS. Download disini!