Setelah mengetahui pengertian ejakulasi dini dan paham apa saja faktor yang menjadi penyebab gangguan seksual tersebut, sekarang anda mungkin akan bertanya bagaimana sesungguhnya gejala dan tanda-tanda terjadinya ejakulasi dini. Apakah kondisi yang anda alami sekarang ini sudah tergolong ejakulasi dini?

Tanda dan gejala ejakulasi dini

Tanda dan gejala ejakulasi dini

Menurut Mayo Clinic, gejala utama ejakulasi dini adalah ketika ejakulasi terjadi sebelum kedua pasangan menginginkannya. Ejakulasi sendiri adalah proses keluarnya semen (air mani) melalui urethra (penis) pria yang biasanya muncul bersamaan dengan perasaan atau sensasi menyenangkan yang disebut orgasme.

Rata-rata pria akan mencapai ejakulasi setelah 5 menit melakukan seks penetratif. Di sisi lain, wanita butuh waktu yang lebih lama yaitu sekitar 5-10 menit untuk mencapai orgasme. Setelah berejakulasi, gairah seks akan hilang perlahan dan ereksi penis akan menurun, sehingga hubungan seks tidak mungkin lagi dilanjutkan. Karena itu ejakulasi yang terlalu cepat atau kurang dari 5 menit biasanya digolongkan ke dalam gangguan ejakulasi dini.

Dokter biasanya membagi ejakulasi dini atas dua bagian yaitu ejakulasi dini primer dan ejakulasi dini sekunder. Dalam rilis yang dikeluarkan oleh International Society for Sexual Medicine, gejala ejakulasi dini primer adalah:

  1. Ejakulasi yang selalu atau hampir selalu terjadi pada satu menit penetrasi vagina,
  2. Ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi pada semua atau hampir semua penetrasi vaginal, dan
  3. Menimbulkan konsekuensi negatif pribadi, seperti stres, frustrasi atau menghindari keintiman seksual

Salah satu ciri ejakulasi dini primer adalah dia terjadi sejak seorang pria pertama kali melakukan hubungan seks. Jika anda pernah merasa puas dengan kehidupan seksual anda dan tiba-tiba pada satu waktu anda merasa menderita ejakulasi dini, maka dalam hal ini anda di kategorikan mengidap ejakulasi dini sekunder.

Bicarakan dengan dokter jika anda berejakulasi lebih cepat dari yang anda dan pasangan anda inginkan. Meskipun Anda merasa masih bisa mengatasi masalah ini sendiri, tetapi kemungkinan dokter akan memberi pengobatan untuk membantu anda memiliki kehidupan seks yang memuaskan dan menghilangkan gejala ejakulasi dini yang anda alami. Dengan berkonsultasi ke dokter, anda bisa tahu apakah ejakulasi anda termasuk normal atau mengalami ejakulasi dini.

Banyak pria yang belum bisa membedakan ejakulasi dini dengan disfungsi ereksi (impotensi), padahal keduanya adalah gangguan seksual yang berbeda, meskipun seorang pria bisa mengalami keduanya sekaligus. Pria dengan ejakulasi dini masih memiliki ereksi yang keras dan kaku, tetapi pria penderita disfungsi ereksi selalu kehilangan ereksi sebelum ejakulasi terjadi. Berbeda dengan disfungsi ereksi, gejala ejakulasi dini tidak selalu berhubungan dengan kondisi medis seperti penyakit jantung atau diabetes, meskipun ada kemungkinan seorang pria memiliki keduanya sekaligus.

Referensi:

Mayoclinic: Symptons of ejaculation premature

+++

Dapatkan ebook Kamasutra, GRATIS. Download disini!